Minggu, 22 Mei 2011

Kenapa?

Kenapa kambing berkaki 4? Kenapa mereka memakan rumput? Kenapa? Kenapa?

Jika anda mendengar pertanyaan seperti itu, memang terkesan mendasar sepertinya. Tetapi coba jawab, mungkin anda akan sama bingungnya seperti saya. Kebanyakan orang mungkin akan menjawab kalau itu semua ya memang sudah dari sananya begitu. Tetapi untuk orang yang kritis, jawaban menggantung seperti itu tidak bisa diterima. Maka, selagi mereka belum mendapatkan suatu jawaban yang pasti, mereka akan terus mencari dan mencari jawabannya sampai mendapat suatu jawaban yang pasti atau bisa memuaskan hasrat mereka akan keingintahuan itu. Itulah sifat dasar manusia selain egois menurut saya yang perlahan ini di kebanyakan individu sudah mulai menghilang (masih menurut saya lagi).

Ya, manusia pada dasarnya terlahir dengan keadaan tidak tahu apa-apa. Dalam perjalanan hidup mereka, mereka akan menemukan suatu keterbatasan. Dengan keterbatasan itu, manusia akan berkembang untuk melampaui batas-batas yang ada dan lalu mereka berusaha untuk mencari tahu bagaimana caranya. Setelah melalui proses, maka akhirnya akan tercipta suatu ilmu untuk membimbing mereka keluar dari keterbatasan itu, dari yang tadinya tidak tahu menjadi mengetahui. Dan hasilnya, manusia akan mencapai suatu derajat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Telah lama sekali manusia hidup di muka bumi ini. Kebudayaan manusiapun semakin lama semakin tinggi. Penemuan-penemuan baru semakin banyak bermunculan, semua berawal dari kata kenapa atau mengapa. Tapi, masih banyak sekali yang belum kita ketahui. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda harus bisa memecahkan masalah itu. Teruslah penasaran, karena dengan rasa itu kita akan dituntun kedalam suatu pengetahuan yang baru.


NB : Hanya sebagai pengingat kepada generasi penerus bangsa yang perlahan mulai melupakan tugas utamanya.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar