Minggu, 12 Mei 2013

The Tielman Brothers, Gaung Indorock di Negeri Kincir Angin


Rolling Stone, Jimi Hendrix, The Beatles? Pasti nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi pernahkah kalian mendengar tentang nama The Tielman Brothers? Mungkin masih sedikit yang mengetahui tentang keberadaan band ini. Mereka adalah legenda musik rock Belanda pada periode 1960an. Banyak orang menyebut mereka sebagai pelopor musik bergenre indorock. Loh kok ada nama Indonya? Jawabannya simpel, karena mereka berdarah Indonesia.


The Tielman Brothers merupakan sebuah band keluarga yang terdiri dari kuartet kakak beradik. Mereka adalah Andy Tielman, Reggy Tielman, Pothon Tielman dan Loulou Tielman. Darah pemusik diwariskan oleh ayah mereka – Herman Tielman – seorang tentara KNIL (tentara kerajaan Hindia-Belanda) yang hobi bermain musik di waktu senggangnya. The Tielman Brothers mulai terbentuk ketika kakak beradik ini rutin bermain di acara keluarga saat masih bermukim di Surabaya. Ketika tampil, Tielman bersaudara biasa membawakan lagu-lagu dan tari daerah. Gaya bermusik awal mereka dominan dipengaruhi oleh musik keroncong dan musisi lawas Indonesia semisal Sam Saimun dan Bing Slamet. Ketika masih tinggal di Indonesia mereka sempat beberapa kali tampil di hadapan presiden Soekarno sebelum pada tahun 1957 mereka memilih untuk hijrah ke Belanda.

The Timor Rhythm Brothers in Surabaya 1947

The Tielman Brothers mulai dikenal di Belanda berkat aliran indorock yang mereka bawa. Term indorock sendiri  disematkan lantaran gaya bermusik mereka yang memadukan musik Hawaii yang pada saat itu tengah populer di Eropa dengan musik keroncong khas Indonesia. Gaya bermain yang rock n' roll sekali seperti Elvis Presley turut menambah warna pada aliran musik yang dibawa. Term indorock juga seakan menegaskan status mereka sebagai orang-orang yang datang dari negeri timur nun jauh bernama Indonesia dan turut membawa unsur musikalitas khas Indonesia di dalamnya. Satu hal yang membuat nama mereka begitu dikenang adalah sebuah revolusi bermusik yang mereka tampilkan di atas panggung. Dunia musik Eropa seakan disuguhkan sebuah tontonan baru lewat gaya bermusik yang energik. Salah satunya ketika sang frontman, Andy Tielman, bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badanHal itu dilakukan jauh sebelum Jimi Hendrix melakukannya.

The Brothers in the Koepelzaal of the Haagse Dierentuin(The Hague Zoo). 3rd. January 1960.

The Tielman Brothers at dancing Westhof, Heidelberg 1960

Pengaruh yang ditimbulkan oleh The Tielman Brothers kepada dunia musik rock Belanda begitu besar. Para pemuda Belanda saat itu banyak yang terinspirasi oleh gaya bermain mereka dan mulai meniru style rockabilly para personilnya. Bahkan pada salah satu kesempatan, George Harrison, personil grup musik The Beatles, secara terang-terangan mengagumi gaya bermain Andy Tielman. Harrison pada satu kesempatan memuji Andy Tielman dengan sebutan "Andy, the Indo-man" setelah melihat atraksi hebatnya di atas panggung. Konon, The Tielman Brothers turut memberikan pengaruh terhadap gaya bermusik The Beatles. Andy Tielman juga dijuluki sebagai the godfather of indorock dan beliau merupakan pemegang gelar kehormatan Royal decoration in the Order of Orange Nassau berkat dedikasinya kepada dunia musik Belanda.

             Andy Tielman

Apa yang telah dilakukan oleh Tielman bersaudara membuktikan bahwa sebenarnya bangsa kita mempunyai potensi untuk menjadi pionir, bahkan di tempat para pionir banyak berasal. The Tielman Brothers telah membuktikan bahwa mereka  memiliki kemampuan itu setengah abad yang lalu. Jika dulu kita bisa, tentu sekarang kita harus bisa.



Referensi

Majalah Rolling Stone Indonesia edisi 75, Juli 2011. Konser Terakhir Duta Indorock: Andy Tielman

Keluarga, Tahta dan Belanda


Pada tanggal 30 April 2013 kemarin, dunia menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah dimana untuk pertama kalinya sejak seratus dua puluh tiga tahun kekuasaan tertinggi dipegang oleh seorang ratu, Kerajaan Belanda kembali dipimpin oleh seorang raja. Adalah Willem Alexander, putra mahkota kerajaan Belanda, yang naik tahta menggantikan kedudukan ibundanya Ratu Beatrix. Saya adalah salah seorang yang cukup beruntung untuk bisa menyaksikan suasana perayaan hari nasional Belanda tersebut walaupun hanya melalui rekaman live yang ditonton bersama-sama dengan warga negara Belanda yang bermukim di Indonesia. Namun ada satu hal yang menarik minat saya. Jika sebelumnya Belanda menetapkan Koninginnedag (Hari Ratu) sebagai hari nasional mereka yang dirayakan pada tanggal 30 April, mulai beberapa tahun kedepan Belanda akan merayakan Koningsdag (Hari Raja) yang jatuh pada tanggal 27 April. Penentuan tanggal tersebut ditentukan berdasarkan tanggal kelahiran sang raja. Dengan kata lain, penobatan Willem sebagai raja merupakan pertanda telah kembalinya sang putra mahkota yang sempat hilang selama seratus dua puluh tiga tahun. Satu pertanyaan kemudian terlintas di kepala ketika tengah menikmati suasana perayaan tersebut : dari manakah asal mula tradisi yang cukup unik ini? Ternyata hal ini bisa ditelusuri sejak sekitar 450 tahun yang lalu.

Willem Alexander ketika dinobatkan menjadi raja 

Sejarah modern Belanda dimulai ketika masa perang 80 tahun melawan kekuasaan Spanyol dibawah raja Philip II pada abad ke 16. Pada saat itu muncul sosok Willem van Oranje, seorang bangsawan ambisius yang berasal dari keluarga Orange-Nassau, memimpin pasukan pemberontak melawan kekuasaan tirani raja Philip II. Pemberontakan itu didasari atas penuntutan pengembalian tujuh belas bagian provinsi di wilayah Benelux (Belanda, Belgia, Luxemburg) kepada kaum bangsawan serta menyelesaikan berbagai konflik agama pada masa itu berdasarkan asas toleransi. Sayangnya, Willem tewas tertembak sebelum melihat cita-citanya tercapai. Namun berkat kerja keras yang telah ia bangun, kurang dari dua puluh lima tahun setelah kematiannya berbagai provinsi itu kemudian bersatu menjadi sebuah republik yang pada akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya negara Belanda. Atas jasanya tersebut, Willem van Oranje kerap disebut Vader des Vaderlands (bapak negara Belanda).

    
  Willem van Oranje     80 jarige Oorlog (perang 80 tahun)

Setelah Republik terbentuk, keturunan keluarga Oranje van Nassau diberi kehormatan untuk menjabat sebagai Stadtholder (Gubernur) yang ditempatkan di pemerintahan. Kegemilangan keluarga Orange-Nassau pada masa republik kemudian diteruskan oleh Maurice dan Frederik Hendrik yang berlaku sebagai Stadtholder di masanya. Bentuk negara Republik hanya bertahan hingga tahun 1795 sebelum akhirnya Belanda jatuh kepada kekuasaan Napoleon dari Perancis. Setelah sempat berada di bawah pengaruh kekuasaan Napoleon, Belanda memulai periode baru sebagai sebuah Kerajaan. Adalah Willem I yang kembali dari pengasingan, membentuk sistem kerajaan pada tahun 1815. Sistem kerajaan Belanda tersebut merupakan pelopor dari bentuk kerajaan monarki konstitusional saat ini dipakai. Willem I pun menjadi raja pertama dalam sejarah kerajaan Belanda. Pada tahun 1848 kembali terjadi perubahan pada sistem kerajaan, dimana Raja Willem II merubah konstitusi dengan menyatakan bahwa kekuasaan monarki dikurangi dan kekuasaan rakyat menjadi lebih besar. Hal itu dianggap sebagai awal dari lahirnya demokrasi di Belanda. Pada tahun 1890, dimulai sejarah baru pada keluarga kerajaan ketika Wilhelmina naik tahta sebagai ratu untuk pertama kalinya dalam sejarah Belanda. Hal ini terjadi karena raja Willem III, ayah dari Wilhelmina, kehilangan semua putranya yang lalu kemudian peran sebagai posisi tertinggi dalam kerajaan diberikan kepada Wilhelmina. Tradisi ratu sebagai penguasa tertinggi di Belanda terus bertahan selama seratus dua puluh tiga tahun kedepan.

Willem I
                    Willem I

File:Queen Wilhelmina of the Netherlands.jpg
                  Wilhelmina

Selain membawa pengaruh besar terhadap sejarah bangsa Belanda, keluarga Orange-Nassau juga merupakan pelopor dari simbol yang sekarang lazim dikenal sebagai sesuatu yang khas Belanda. Misalkan Oranye, warna yang menjadi trademark bagi negeri Belanda. Oranye sendiri merupakan bagian dari lambang keluarga Oranje van Nassau. Selain itu lagu kebangsaan Belanda, Wilhelmus, merupakan mars yang dilantunkan ketika perang 80 tahun melawan tirani raja Philip II, dan baru kemudian pada tahun 1932 diperkenalkan sebagai national anthem Belanda.

Oranye, warna khas Belanda yang terlihat mencolok

Kembali ke masa sekarang, ketika dimana salah satu putra keluarga Orange-Nassau siap mengemban tugas menjadi pemimpin bagi negaranya. Upaya revolusioner kembali muncul dalam keluarga ini ketika Willem pada hari penobatannya sebagai raja Belanda mengumumkan tidak akan melanjutkan tradisi keluarga kerajaan sebagai raja Willem ke IV dan lebih memilih menggunakan nama Raja Willem Alexander. Menurut banyak pengamat sejarah raja-raja di Eropa, hal ini merupakan langkah Willem dalam memberi citra modern pada tradisi monarki yang sebelumnya dianggap ketat dan kaku. Suatu hal yang menandakan bahwa sang raja baru siap meneruskan tradisi kepeloporan keluarga dan bangsanya.